Sidik jari dalam bahasa Inggris disebut dengan Finger Print, adalah suatu keunikan luar biasa, dimana tidak ada manusia dengan sidik jari yang identik di dunia ini, sekalipun kembar identik.

Pengakuan keunikan sidik jari ini mulai diperkenalkan oleh ahli anatomi jerman bernama Johann Christoph Andreas Meyer (1747-1801) pada 1788. Namun hal ini belum ipakai sebagai teori ilmiah untuk dijadikan tanda pengenal seseorang.
Sidik jari mulai diteliti secara ilmiah dan pada akhirnya dijadikan tanda pembeda seseorang ketika Sir Francis Golt secara khusus meneliti hal ini pada 1880. Setelah risetnya, dia mengatakan bahwa tidak ada dua orang manusia di dunia ini yang memiliki sidik jari sama.
Pada perkembangannya, muncullah berbagai alat teknologi sidik jari. Yang pertama digunakan oleh FBI pada tahun 60an. Setelah itu teknologi identifikasi berkembang dengan luas dam digunakan pada berbagai bidang, mulai dari identifikasi pelaku kriminal, sampai dengan mesin absensi sidik jari yang berada di kantor-kantor, dan masih banyak lagi.
Bahkan ada disiplin ilmu khusus yang mempelajari tentang sidik jari, yaitu Daktiloskopi. Tentunya ada alasan mengapa sidik jari begitu dapat diandalkan dalam pengenalan identitas, beberapa diantaranya adalah Bersifat seumur hidup, Tidak berubah, dan unik, dimana tidak ada seorangpun yang memiliki sidik jari sama dengan manusia lainnya.

Setelah membaca keunikan sidik jari diatas, yang baru mulai disadari peradaban kita pada abad 19, baca dan renungkan ayat berikut:
"Apakah manusia mengira bahwa Kami tidak akan mengumpulkan (kembali) tulang-belulangnya? Ya,bahkan Kami mampu menyusun (kembali) ujung jarinya dengan sempurna" (QS Al Qiyamah [75]:3-4)

Subhanallah! ingatlah bahwa ayat ini diturunkan jauh sebelum dikenalnya keunikan sidik jari, namun Allah telah menurunkan ayat yang menunjukkan keistimewaan ujung jari kita! Mungkin ketika ayat ini diturunkan, tidak ada yang menaruh perhatian mengapa Allah merujuk pada sidik jari, dan mengarahkan perhatian kita pada arti penting sidik jari yang baru mampu dipahami zaman sekarang ini.