Sabtu, 17 Agustus 2013


Lebih dari 20 orang tewas dalam kekerasan baru di Mesir, saat para demonstran yang loyal kepada mantan Presiden Mohammed Morsi bentrok lagi dengan aparat keamanan.

Wartawan BBC Jeremy Bowen telah melihat 11 mayat dan banyak orang terluka parah di dekat Kairo Ramses Square.
Dua hari yang lalu kamp para demonstran yang dipecah, meninggalkan setidaknya 638 tewas dan menyebabkan kecaman internasional.
Tapi protes tidak hanya di Kairo. Setidaknya 12 orang dilaporkan tewas di tempat lain di Mesir, Jumat.
Delapan dilaporkan tewas dalam Damietta, dan empat di Ismailia.

Dalam bangun kekerasan Rabu, kementerian dalam negeri mengatakan polisi telah diizinkan untuk menggunakan peluru tajam "dalam kerangka hukum"


'Pawai Kemarahan'


Ratusan orang berkumpul di sebuah masjid di Ramses Square pada hari Jumat, setelah Ikhwanul Muslimin, yang mana mantan presiden Morsi adalah anggotanya, mengimbau pendukungnya untuk bergabung dengan "pawai kemarahan".

Demonstrasi yang berlangsung di bawah slogan "rakyat ingin menggulingkan kudeta" - mengacu pada penghapusan militer Mr Morsi pada 3 Juli.
Protes cepat menjadi kekerasan - Jeremy Bowen dari BBC  mengatakan pemicunya adalah ketika sebuah kantor polisi diserang.
Dia bilang dia bisa mendengar gas air mata yang digunakan dan kemudian peluru tajam - semburan panjang api otomatis.

Dari tempatnya berdiri - di dekat sebuah masjid tidak jauh dari alun-alun - katanya dia bisa melihat banyak korban yang dibawa untuk bantuan.
Koresponden lain mengatakan tembakan juga terdengar di Garden City di tepi Sungai Nil - dan asap mengepul dari bagian depan Four Seasons Hotel, juga di sungai.

"Mesir berada dalam krisis yang benar-benar serius dan semakin dalam - aku tidak bisa melihat bagaimana mereka bisa keluar dari itu tanpa lebih banyak kekerasan dan kematian," kata wartawan BBC.


Sepertinya demokrasi hanya boleh berjalan ketika menguntungkan pihak-pihak tertentu. Bukankah Morsi memenangkan pemilu secara demokratis?

Posted on Sabtu, Agustus 17, 2013 by Fitrian

No comments

Rabu, 06 Februari 2013


Tonight the sunset means so much
The one thing that you know you'll never touch
Like the feeling, the real thing
I reach out for that sweet dream
But somehow the darkness wakes me up

And I've felt this emptiness before
But all the times that I've been broken
I still run right back for more

You'd think that I'd learn my lesson by now
You'd think that I'd somehow figure out
That if you strike the match
You're bound to feel the flame

You think that I'd learn the cost of love
Paid that price long enough
But still I drive myself right through the pain
Yeah, well it turns out I haven't learned a thing

Sometimes I think I'm better off
To turn out the lights and close up shop
And give up the longing, believing in belonging
Just hold down my head and take the loss

You'd think that I'd learn my lesson by now
You'd think that I'd somehow figure out
That if you strike the match
You're bound to feel the flame

You'd think that I'd learn the cost of love
Paid that price long enough
But still I drive myself right through the pain
Yeah, well it turns out I haven't learned a thing

You'd think that I'd learn my lesson by now
You'd think that I'd somehow figure out
That if you strike that match
You're bound to feel the flame

You'd think that I'd learn the cost of love
Paid that price long enough
But still I drive myself right through the pain
Yeah, well it turns out I haven't learned a thing

You'd think that I'd learn my lesson by now
You'd think that I'd somehow figure out
I haven't learned a thing
I haven't learned, I haven't learned
I haven't learned a thing

Daughtry

Posted on Rabu, Februari 06, 2013 by Fitrian

No comments

Senin, 19 November 2012

 Maafkan bukan bermaksud kasar apalagi kepada saudari yang berhati sensitif, Rasulullah SAW adalah manusia penyayang nomor satu, kalo ada yang klaim bukan beliau, mendingan gak usah didengarkan. Diantaranya sifat penyayangnya, beliau pun mengabarkan kepada kita sekalian, bahwa Nabi hanyalah pemberi peringatan kepada umatnya, kenapa ?
 agar kita selamat dari derita abadi dan azab yg pedih, kalo disimpen dalilnya karena enggak enak, ntar malah berabe ketemu Rosulullah SAW diakhirat, salah-salah kita ikutan dosa karena gak bilangin sesama sodara seiman. Na'udzubillah. Marilah kita simak pemaparannya sbb :

Wahai para wanita...tahukah anda bahwa:

(1) Semakin banyak pandangan lelaki yang tergiur denganmu semakin bertumpuk pula dosa-dosamu

2) Semakin sang lelaki menghayalkanmu...semakin berhasrat denganmu maka semakin bertumpuk pula dosa-dosamu

(3) Janganlah anda menyangka senyumanmu yang kau tebarkan secara sembarangan tidak akan ada pertanggungjawabannya kelak..!. Bisa jadi senyumanmu sekejap menjadi bahan lamunan seorang lelaki yang tidak halal bagimu selama berhari-hari..

(4) Bayangkanlah... betapa bertumpuk dosa-dosa para artis dan penyanyi yang aurotnya diumbar di hadapan ribuan...bahkan jutaan para lelaki??

(5) Jika anda menjaga kecantikanmu dan kemolekan tubuhmu hanya untuk suamimu...maka anda kelak akan semakin cantik dan semakin molek di surga Allah...

(6) Akan tetapi jika anda umbar kecantikanmu dan kemolekanmu maka ingatlah itu semua akan sirna dan akan lebur di dalam liang lahad menjadi santapan cacing dan ulat...dan di akhirat kelak...bisa jadi berubah menjadi bahan bakar neraka ! Naudzubillah

Allah Subhannahu wa Ta'ala Berfirman, Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya, maka sungguh dia telah sesat, sesat yang nyata. (Al-Ahzab :36).

Nabi Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda, Setiap umatku yang bersalah akan dimaafkan, kecuali orang yang secara terang-terangan berbuat maksiat ( HR-Bukhari Dan Muslim )

Dari Abu Musa al-Asyari berkata: Rasulullah Saw bersabda: Siapa saja wanita yang memakai wangi-wangian kemudian keluar rumah dan berjalan melewati satu kaum sehingga mereka dapat mencium baunya, maka ia adalah wanita PEZINA. (H.R. an-NasaI)

Rasulullah Saw bersabda: Perempuan yang berpakaian tetapi TELANJANG, berlenggang-lenggok waktu berjalan. Menghayun-hayunkan bahu. Kepala mereka bagaikan bonggol unta yang senget. Golongan ini TIDAK AKAN masuk syurga dan tidak akan dapat mencium bau wanginya. Sesungguhnya bau wangi syurga itu sudah dapat dicium dari perjalanan yang sangat jauh daripadanya. (HR-Muslim)

Semoga mereka saudari kita yang belum berjilbab, dibukain pintu hatinya dan mau kejalan yang benar dengan berjilbab, sama-sama kita doain dengan kesungguhan hati.

Dunia mah gak sampe 100th, sedangkan diakhirat saja bediri dipengadilan Allah bisa sampe 50.000 tahun. Mari kita upayakan kesungguhan kita dan terus berdoa memohon pertolongan-Nya.





diambil dari:
https://www.facebook.com/pages/Yusuf-Mansur-Network/

Posted on Senin, November 19, 2012 by Fitrian

1 comment

Minggu, 18 November 2012


Hey, could we only meet in this way? How sad
Even if you are to die, I don't want you to kill ...Please

Even fate is swallowed up by the sea and seems to sink into it

May my wishes ride on the wind and ring daybreak's bell
Like a bird, My wishes over their airspace.
Over countless waves, may they protect you to the end
as you confront tomorrow, My life I trade in for your pain.
Oh strife, cease

Hey, why do people keep repeating the same mistakes?
I hate this blood that flows in all those who don't develop

On this land that doesn't belong to anyone, they judge one another by flames

If a crystal-clear future came along, then even flowers would live
on weapons, right? My wishes over their airspace.
Someone, shake me awake and wake me from my nightmare
If that happens, My life I trade in for your pain.
How much should I pray to reach the heavens?

Now, the morning glow reflects off of the ocean and me

May my wishes ride on the wind and ring daybreak's bell
Like a bird, My wishes over their airspace.
Over countless waves, may they protect you to the end
as you confront tomorrow, My life I trade in for your pain.

I'll flap my wings without looking back, carrying my thoughts, and fly through that sky

My wishes can't be shot down by anyone

Posted on Minggu, November 18, 2012 by Fitrian

No comments

Rabu, 29 Agustus 2012


Sandi Stratigrafi


Pada hakekatnya ada hubungan tertentu antara kejadian dan aturan batuan di alam, dalam kedudukan ruang dan waktu geologi. Stratigrafi membahas aturan, hubungan, kejadian lapisan serta tubuh batuan di alam. Sandi stratigrafi dimaksudkan untuk memberikan pengarahan kepada para ahli geologi yang bekerja mempunyai persepsi yang sama dalam cara penggolongan stratigrafi. Sandi stratigrafi memberikan kemungkinan untuk tercapainya keseragaman dalam tatanama satuan-satuan stratigrafi. Pada dasarnya, Sandi Stratigrafi mengakui adanya satuan lithostratigrafi, satuan litodemik, satuan biostratigrafi, satuan sekuen stratigrafi, satuan kronostratigrafi dan satuan geokronologi. Sandi ini dapat dipakai untuk semua macam batuan. 

Berikut ini pengertian pengertian mengenai Sandi Stratigrafi sebagai berikut:


  •   Penggolongan Stratigrafi ialah pengelompokan bersistem batuan menurut berbagai cara, untuk mempermudah pemerian, aturan dan hubungan batuan yang satu terhadap lainnya. Kelompok bersistem tersebut diatas dikenal sebagai satuan stratigrafi. 


  •   Batas Satuan Stratigrafi ditentukan sesuai dengan batas penyebaran ciri satuan tersebut sebagaimana didefinisikan. Batas satuan Stratigrafi jenis tertentu tidak harus berimpit dengan batas Satuan Stratigrafi jenis lain, bahkan dapat memotong satu sama lain.


  •   Tatanama Stratigrafi ialah aturan penamaan satuan-satuan stratigrafi, baik resmi maupun tak resmi, sehingga terdapat keseragaman dalam nama maupun pengertian nama nama tersebut seperti misalnya: Formasi/formasi, Zona/zona, Sistem dan sebagainya. 


  •   Tatanama Satuan Stratigrafi Resmi dan Tak Resmi. Dalam Sandi Stratigrafi diakui nama resmi dan tak resmi. Aturan pemakaian satuan resmi dan tak resmi masing-masing satuan stratigrafi, menganut batasan satuan yang bersangkutan. Penamaan satuan tak resmi hendaknya jangan mengacaukan yang resmi. 


  •   Stratotipe atau Pelapisan Jenis adalah tipe perwujudan alamiah satuan stratigrafi yang memberikan gambaran ciri umum dan batas-batas satuan stratigrafi. Tipe ini merupakan sayatan pangkal suatu satuan stratigrafi. Stratotipe hendaknya memberikan kemungkinan penyelidikan lebih lanjut.

  1. Stratotipe Gabungan ialah satuan stratotipe yang dibentuk oleh kombinasi beberapa sayatan komponen
  2. Hipostratotipe ialah sayatan tambahan (stratotipe sekunder) untuk memperluas keterangan pada stratotipe;
  3. Lokasitipe ialah letak geografi suatu stratotipe atau tempat mula-mula ditentukannya satuan stratigrafi.


  •   Korelasi adalah penghubungan titik-titik kesamaan waktu atau penghubungan satuan satuan stratigrafi dengan mempertimbangkan kesamaan waktu.


  •   Horison ialah suatu bidang (dalam praktek, lapisan tipis di muka bumi atau dibawah permukaan) yang menghubungkan titik-titik kesamaan waktu. Horison dapat berupa: horison listrik, horison seismik, horison batuan, horison fosil dan sebagainya. Istilah istilah seperti : datum, marker, lapisan pandu sebagai padanannya dan sering dipakai dalam keperluan korelasi. 


  •   Facies adalah aspek fisika, kimia, atau biologi suatu endapan dalam kesamaan waktu. Dua tubuh batuan yang diendapkan pada waktu yang sama dikatakan berbeda facies, kalau kedua batuan tersebut berbeda ciri fisik, kimia atau biologinya.


1. Satuan Lithostratigrafi


  •   Azas Tujuan:

Pembagian litostratigrafi dimaksudkan untuk menggolongkan batuan di bumi secara bersistem menjadi satuan-satuan bernama yang bersendi pada ciri-ciri litologi.  Pada satuan litostratigrafi penentuan satuan didasarkan pada ciri-ciri batuan yang dapat di-amati di lapangan, sedangkan batas penyebarannya tidak tergantung kepada batas waktu. 

  •   Satuan Resmi dan Tak Resmi:

Satuan litostratigrafi resmi ialah satuan yang memenuhi persyaratan Sandi, sedangkan satuan litostratigrafi tak resmmi ialah satuan yang tidak seluruhnya memenuhi persyaratan Sandi.

  •   Batas dan Penyebaran Satuan Satuan Litostratigrafi: 

  1. Batas satuan litostratigrafi ialah sentuhan antara dua satuan yang berlainan ciri litologi, yang dijadikan dasar pembeda kedua satuan tersebut.
  2. Batas satuan ditempatkan pada bidang yang nyata perubahan litologinya atau dalam hal perubahan tersebut tidak nyata, batasnya merupakan bidang yang diperkirakan kedudukannya (batas arbiter).
  3. Satuan satuan yang berangsur berubah atau menjemari, peralihannya dapat dipisahkan sebagai satuan tersendiri apabila memenuhi persyaratan Sandi.
  4. Penyebaran satuan satuan litostratigrafi semata mata ditentukan oleh kelanjutan ciri ciri litologi yang menjadi ciri penentunya. 
  5. Dari segi praktis, penyebarasan suatu satuan litostratigrafi dibatasi oleh batas cekungan pengendapan atau aspek geologi lain.
  6. Batas batas daerah hukum (geografi) tidak boleh dipergunakan sebagai alasan berakhirnya penyebaran lateral (pelamparan) suatu satuan.


  •   Tingkat-tingkat Satuan Litostratigrafi:

  1. Urutan tingkat satuan litostratigrafi resmi dari besar sampai kecil adalah: Kelompok, Formasi dan Anggota. 
  2. Formasi adalah satuan dasar dalam pembagian satuan litostratigrafi.


  •   Stratotipe atau Pelapisan Jenis: 

  1. Suatu stratotipe merupakan perwujudan alamiah satuan litostratigrafi resmi di lokasi tipe yang dapat dijadikan pedoman umum.
  2. Letak suatu stratotipe dinyatakan dengan kedudukan koordinat geografi.
  3. Apabila pemerian stratotipe suatu satuan litostratigrafi di lokasi tipenya tidak memungkinkan, maka sebagai gantinya cukup dinyatakan lokasi tipenya.


  Tatanama Satuan Litostratigrafi :
Tatanama satuan litostratigrafi resmi ialah dwinama (binomial). Untuk tingkat Kelompok, Formasi dan Anggota dipakai istilah tingkatnya dan diikuti nama geografinya.

2. Satuan Litodemik 


  •   Azas Tujuan

Pembagian satuan litodemik dimaksudkan untuk menggolongkan batuan beku, metamorf dan batuan lain yang terubah kuat menjadi satuan-satuan bernama yang bersendi kepada ciri-ciri litologi. Batuan penyusun satuan litodemik tidak mengikuti kaidah Hukum Superposisi dan kontaknya dengan satuan litostratigrafi dapat bersifat  extrusif, intrusif, metamorfosa atau tektonik.

  •   Batas dan Penyebaran Satuan Litodemik:

Batas antar Satuan Litodemik berupa sentuhan antara dua satuan yang berbeda ciri litologinya, dimana kontak tersebut dapat bersifat ekstrusif, intrusif, metamorfosa, tektonik atau kontak berangsur.

  •   Tingkat Tingkat Satuan Litodemik:

  1. Urutan tingkat Satuan Litodemik resmi, masing-masing dari besar ke kecil adalah: Supersuite, Suite, dan Litodem.
  2. Litodem adalah satuan dasar dalam pembagian Satuan Litodemik, satuan dibawah litodem merupakan satuan tidak resmi.


  •   Tata Nama Satuan Litodemik:

Tatanama Satuan dasar Litodemik yang terdiri dari nama geografi dan ciri utama komposisi litologinya, misalnya Diorit Cihara.

3. Satuan Biostratigrafi


  •   Azas Tujuan:

  1. Pembagian biostratigrafi dimaksud untuk menggolongkan lapisan-lapisan batuan di  bumi secara bersistem menjadi satuan satuan bernama berdasar kandungan dan penyebaran fosil.
  2. Satuan biostratigrafi ialah tubuh lapisan batuan yang dipersatukan berdasar kandungan fosil atau ciri-ciri paleontologi sebagai sendi pembeda terhadap tubuh batuan sekitarnya.


  •   Satuan Resmi dan Tak Resmi:

Satuan biostratigrafi resmi ialah satuan yang memenuhi persyaratan Sandi sedangkan satuan biostratigrafi tak resmi adalah satuan yang tidak seluruhnya memenuhi persyaratan Sandi.

  •   Kelanjutan Satuan

Kelanjutan satuan biostratigrafi ditentukan oleh penyebaran kandungan fosil yang mencirikannnya.

  •   Tingkat dan Jenis Satuan Biostratigrafi

  1. Zona ialah satuan dasar biostratigrafi
  2. Zona adalah suatu lapisan atau tubuh batuan yang dicirikan oleh satu takson fosil atau lebih.
  3. Urutan tingkat satuan biostratigrafi resmi, masing-masing dari besar sampai kecil ialah: Super-Zona, Zona, Sub-Zona, dan Zenula, 
  4. Berdasarkan ciri paleontologi yang dijadikan sendi  satuan biostratigrafi, dibedakan: Zona Kumpulan, Zona  Kisaran, Zona Puncak, dan Zona Selang


  •   Zona Kumpulan

  1. Zona Kumpulan ialah kesatuan sejumpah lapisan yang terdiri oleh kumpulan alamiah fosil yang hkas atau kumpulan sesuatu jenis fosil.
  2. Kegunaan Zona Kumpulan, selain sebagai penunjuk lingkungan kehidupan purba dapat juga dipakai sebagai penciri waktu.
  3. Batas dan kelanjutan zona Kumpulan ditentukan oleh batas terdapat bersamaannya (kemasyarakatan) unsur-unsur utama dalam kesinambungan yang wajar.
  4. Nama Zona Kisaran harus diambil dari satu unsur fosil atau lebih yang menjadi penciri utama kumpulannya.



  •   Zona Kisaran:

  1. Zona Kisaran ialah tubuh lapisan batuan yang mencakup kisaran stratigrafi untur terpilih dari kumpulan seluruh fosil yang ada.
  2. Kegunaan Zona Kisaran terutama ialah untuk korelasi tubuh-tubuh lapisan batuan dan sebagai dasar untuk penempatan batuan batuan dalam skala waktu geologi
  3. Btasa dan Kelanjutan Zona Kisaran ditentukan oleh penyebaran tegak dan mendatar takson (takson-takson) yang mencirikannya.
  4. Nama Zona Kisaran diambil dari satu jenis atau lebih yang menjadi ciri utama Zona.


  •   Zona Puncak:

  1. Zona Puncak ialah tubuh lapisan batuan yang menunjukkan perkembangan maksimum suatu takson tertentu.
  2. Kegunaan Zona Puncak dalam hal tertentu ialah untuk menunjukkan kedudukan  kronostratigrafi tubuh lapisan batuan dan dapat dipakai sebagai petunjuk lingkungan pengendapan purba, iklim purba
  3. Batas vertikal dan lateral Zona Puncak sedapat mungkin bersifat obyektif
  4. Nama-nama Zona Puncak diambil dari nama takson yang berkembang secara maksimum dalam Zona tersebut.


  •   Zona Selang:

  1. Zona Selang ialah selang stratigrafi antara pemunculan awal/akhir dari dua takson penciri.
  2. Kegunaan Zona Selang pada umumnya ialah untuk korelasi tubuh-tubuh lapisan batuan
  3. Batas atas atau bawah suatu Zona Selang ditentukan oleh pemunculan awal atau akhir dari takson-takson penciri.
  4. Nama Zona Selang diambil dari nama-nama takson penciri yang merupakan batas atas dan bawah zona tersebut.


  •   Zona Rombakan:

Zona Rombakan adalah tubuh lapisan batuan yang ditandai oleh banyaknya fosil rombakan, berbeda jauh dari pada tubuh lapisan batuan di atas dan di bawahnya.

  •   Zona Padat

Zona Padat ialah tubuh lapisan batuan yang ditandai oleh melimpahnya fosil dengan kepadatan populasi jauh lebih banyak dari pada tubuh batuan di atas dan dibawahnya.

4. Satuan Sikuenstratigrafi


  •   Azas Tujuan:

  1. Pembagian sikuenstratigrafi ialah penggolongan lapisan batuan batuan di bumi secara bersistem menjadi satuan-satuan bernama berdasarkan gerak relatif muka laut. Pembagian ini merupakan kerangka untuk menyusun urutan peristiwa geologi. 
  2. Satuan sikuenstratigrafi ialah suatu tubuh lapisan batuan yang terbentuk dalam satuan waktu tertentu pada satu siklus perubahan relatif muka laut. 


  •   Batas Satuan:

Batas atas dan bawah satuan sikuenstratigrafi adalah bidang bidang ketidakselarasan atau bidang keselarasan padanannya.

  •   Tingkat Tingkat Satuan Sikuenstratigrafi

  1. Urutan tingkat satuan sikuenstratigrafi, masing-masing dari besar sampai kecil adalah Megasikuen, Supersikuen dan Sikuen.
  2. Sikuen ialah satuan dasar dalam pembagian satuan sikuenstratigrafi.


  •   Satuan Resmi dan Tak resmi:

Satuan sikuenstratigrafi resmi ialah satuan yang memenuhi persyaratan Sandi sedangkan satuan tak resmi adalah satuan yang tidak seluruhnya memenuhi persyaratan Sandi.

  •   Tatanama Satuan Sikuenstratigrafi:

Tatanama satuan sikuenstratigrafi resmi ialah dwinama (binomial). Untuk tingkat sikuen atau yang lebih tinggi, dipakai istilah tingkatnya dan diikuti nama geografi lokasitipenya (yang mudah dikenal).

5. Satuan Kronostratigrafi


  •   Azas Tujuan:

Pembagian kronostratigrafi ialah penggolongan lapisan-lapisan secara bersistem menjadi satuan bernama berdasarkan interval waktu geologi. Interval waktu geologi ini dapat ditentukan berdasar geo-kronologi atau metoda lain yang menunjukkan kesamaan waktu. Pembagian ini merupakan kerangka untuk menyusun urutan penafsiran geologi secara lokal, regional dan global. 

  •   Hubungan Kronostratigrafi dan Geokronologi:

Bagi setiap Satuan Kronostratigrafi terdapat satuan geokronologi bandingannya: Eonotem dengan Kurun, Eratem dengan Masa, Sistem dengan Zaman, Seri dengan Kala dan Jenjang dengan Umur.

  •   Stratotipe dan Batas satuan:

  1. Dalam Kronostratigrafi dikenal Stratotipe Satuan dan Stratotipe Batas
  2. Stratotipe Satuan adalah sayatan selang stratigrafi yang dibatasi oleh stratotipe batas atas dan bawah di tempat asal nama satuan.
  3. Stratotipe Batas ialah tipe batas bawah dan atas satuan
  4. Batas satuan kronostratigrafi ialah bidang isokron.
  5. Batas satuan kronostratigrafi ditetapkan pada stratotipe, berdasarkan pertimbangan obyektif.


  •   Tingkat Tingakat Satuan Kronostratigrafi:

  1. Urutan tingkat satuan kronostratigrafi resmi, masing-masing dari besar sampai kecil ialah: Eonotem, Sistem, Seri, dan Jenjang. Satuan ini dapat diberi awalan “Super” bila tingkatnya dianggap lebih tinggi daripada satuan tertentu, tetapi lebih rendah dari satuan lebih besar berikutnya. Dalam hal sebaliknya awalan yang dipergunakan adalah “Sub”,
  2. Bidang lapisan pada dasarnya adalah bidang kesamaan waktu, oleh karena itu satu lapisan yang menerus, cirinya mudah dikenal serta mempunyai pelamparan luas, dapat merupakan penunjuk kesamaan waktu dan dinamakan lapisan pandu. Selang antara dua lapisan pandu disebut Selang Antara.
  3. Lapisan yang ditandai oleh keseragaman polaritas geomagnit yang mempunyai kesamaan waktu dinamakan Selang Polaritas.


  •   Penyebaran Satuan Kronostratigrafi:

Kelanjutan suatu satuan kronostratigrafi dari stratotipe hanya mungkin, bila terdapat bukti-bukti akan adanya kesamaan waktu.

  •   Urutan Satuan kronostratigrafi:

Pembagian Kronostratigrafi dalam Sandi adalah seperti tercantum pada Skala Waktu Geologi

  •   Satuan Kronostratigrafi Tak Resmi:

Pemakaian istilah satuan kronostratigrafi tak resmi tidak boleh mengacaukan istilah satuan resmi.


  •   Pembagian Geokronologi:

Pembagian waktu geologi ialah pembagian waktu menjadi interval-interval tertentu berdasarkan peristiwa geologi. Interval waktu geologi ini disebut sebagai satuan geokronologi. Cara penentuannya didasarkan atas analisis radiometrik atau isotropik.

  •   Tingkat satuan Geokronologi:

Tingkat-tingkat satuan geokronologi dari besar ke kecil adalah: Kurun, Masa, Zaman, Kala, dan Umur.

6. Satuan Tektonostratigrafi


  •   Azas Tujuan:

Pembagian tektonostratigrafi dimaksudkan untuk menggolongkan suatu kawasan di bumi, yang tergolong pinggiran lempeng aktif, baik yang menumpu (plate convergence) ataupun memberai (plate divergence) menjadi mintakat-mintakat (terrances). Penentuan mintakat didasarkan pada asal-usul terbentuknya dan bukan pada keterdapatannya, dan karenanya mintakat dibedakan menjadi 3 jenis, yaitu 1). Atockton (Autochthonous), 2). Alokton (Allochthonous) dan 3). Para-Atokton (Para-autochthonous).  Penentuan batas penyebarannya ditentukan oleh kegiatan tektonik pada waktu tertentu.  

  •   Tingkat Tingkat Satuan Tektonostratigrafi:

  1. Urutan tingkat satuan tektonostratigrafi resmi, mulai dari yang terbesar: Lajur (Zone), Komplek (Complex), Mintakat (Terrane), dan Jalur (Belt).
  2. Mintakat adalah satuan dasar dalam pembagian satuan tektonostratigrafi.


Posted on Rabu, Agustus 29, 2012 by Fitrian

No comments